Bung Tomo dan Tragedi Simpang Club

Ave Neohistorian!

Sutomo atau Bung Tomo adalah pahlawan yang dikenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA. Sutomo sendiri dibesarkan dalam keluarga kelas menengah. Sutomo berkepribadian ulet, pekerja keras, dan agamis. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan Gerakan Rakyat Baru. Dengan lantang, Sutomo membakar semangat pejuang untuk bertempur habis-habisan melawan pasukan Sekutu pada 10 November di Surabaya. Meskipun kekuatan pejuang tidak seimbang dengan kekuatan pasukan Sekutu, namun Peristiwa Pertempuran 10 November akhirnya diabadikan sebagai Hari Pahlawan.

Namun, ada satu kontroversi yang melingkupi diri beliau, yakni Peristiwa Simpang Club, salah satu Tragedi selama Masa Bersiap. Pada tanggal 15-17 Oktober 1945, Barisan Pemuda Rakyat Indonesia (BPRI), yakni laskar yang dipimpin oleh Bung Tomo mengumpulkan ratusan orang Eropa, Indo, Ambon, dan Manado, pria maupun wanita di Simpang Club Surabaya.

Di sana, mereka dihabisi dengan cara yang tak manusiawi. Ada yang dipenggal dengan pedang katana yang dirampas dari Jepang, Ada juga wanita yang kemaluannya ditikam menggunakan bambu runcing. Peran Bung Tomo dalam peristiwa itu masih simpang siur, Seorang saksi mata mengatakan bahwa beliau hadir dan memerintahkan para pemuda untuk melakukan eksekusi tesebut.

Namun, dalam autobiografinya, Bung Tomo membantah tuduhan itu. Beliau mengatakan bahwa dirinya hanya hadir sekali di Simpang Club karena dibawa oleh Dokter Moestopo. Bung Tomo menganggap dirinya sebagai ‘tawanan’ karena ia ditunjuk sebagai pemimpin tapi para pemuda justru tak mematuhinya dan melakukan kekejaman akibat rumor adanya orang Belanda dan Indo yang mempropagandakan Dood Alle Inlanders (Habisi orang-orang Pribumi).

Nanda

Editor : nikoesw

Sumber :

Arsip Netherlands Forces Intelligence Service (NEFIS). No. 605/X/ODO.

Sutomo. Pertempuran 10 November 1945: Kesaksian dan Pengalaman Seorang Aktor Sejarah. Visimedia, 2008.

William Frederick, „The Killing of Dutch and Eurasians in Indonesia‟s National Revolution. Journal of Genocide Research, vol. 14, nos. 3-4, 2012, pp. 362-63.

Baca artikel lainnya

+ There are no comments

Add yours